Kamis, 09 Oktober 2014

Boleh hukumnya membaca dua surat bahkan lebih dalam satu rokaat
materi kuliah subuh ke 125 oleh bapak Muntaha,S.Ag,S.Pd

عن أبي وائل قال: إني لأعرف النظائر التي كان يقرأ بهن رسول الله صلعم إثنتين في ركعة عشرين سورة في عشر ركعات
Bersumber dari wail ia berkata: sesungguhnya aku mengetahui bacaan-bacaan yang dibaca oleh Rosulullah saw dua surat dalam satu rokaat alias dua puluh surat dalam sepuluh rokaat.
Penjelasan: hadist meniko isinipun taseh membahas tentang teknik-teknik sembahyang atau membahas masalah tatacara sembahyang sebagaimana yang dicontohkan oleh Rosulullah saw. Didalam memaknai hadis ini kami dapat pengetahuan yang sepesifik yaitu pengetehuan fiqih yang khusus membahas masalah hukum khususnya hukum membaca duat surat, hukum membaca tiga surat, hukum membaca empat surat dan seterusnya yang dibaca dalam satu rokaat. Lamun sampean sembahyang dhuhur sampean gak bakalan ngerti apakah imamnya itu membaca satu surat ataukah imamnya itu membaca dua surat. Kenapa kok sampean tidak mengerti ya karena dalam sholat dhuhur bacaan suratnya dibaca secara sirri dan begitu juga dalam sholat ashar. Tapi nek kapan sampean sembahyang maghrib, sembahyang isyak lan sembahyang subuh sampean bakal mengerti bacaan surat yang dibaca oleh imam sebab dalam sholat maghrib, dalam sholat isyak dan dalam sholat subuh imam pasti membaca ayat secara jaher atau membaca dengan suara keras. Yang sudah biasa kita dengar, yang sudah biasa kita lihat, yang sudah biasa kita ketahui bahwa imam sholat apabila membaca surat dalam sholat rata-rata cumak membaca satu surat saja. Contoh setelah imam selesai membaca surat al-fatekhah lalu dilanjutkan dengan membaca surat al-ikhlas. Qulhuwallah hu ahad. Allah hu shomat. Lam yalid walam yulad. Walam yaqullahu kufuwan ahad. Terus kapan imam sholat banjur kepengen nambahi bacaan surat yoiku ditambah sak surat engkas sehingga dadi rong surat mongko praktek imam sing koyok ngene iki hukumnya boleh menurut ilmu fiqih. Lamun imam sholat wes mari moco rong surat yoiku surat yang pertama moco surat al-ikhlas terus surat yang kedua moco surat al-falaq dadak imame kepengen nambahi mane sak surat engkas sehinggo dadi telung surat yaiku surat al-ikhlas-dilanjutkan surat al-falaq dilanjutkan lagi surat an-nas maka prilaku imam sholat yang seperti ini hukumnya boleh dalam agama. Cumak secara umum makmum sholat itu rata-rata tidak suka kalau imamnya membaca surat terlalu banyak atau terlalu panjang. Saya secara pribadi mengambil pendirian kalau sholat sendiri panjang gak masalah tapi kalau sholat ngimami orang banyak saya cenderung yang pendek mengingat jamaah saya ada yang tua ada yang anak2 lebih-lebih kalau sedang sholat terus ada suara anak kecil yang menangis itu jelas  bisa mengurangi kosentrasi sholat. Jadi kesimpulanya imam boleh membaca satu surat. Imam boleh membaca dua surat imam boleh membaca tiga surat dalam satu rokaat. Kiranya seperti yanng dimaksud hadis yang saya baca semoga bisa kita fahami untuk ditrapkan dalam ibadah kita sehari2 amim. Sekian Wassalam

Minggu, 03 Agustus 2014

Wajib hukumnya orang islam bisa membaca al-qur’an didalam sholat
kuliah subuh ke 124
 

عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلعم أيحب أحدكم إدا رجع إلى أهله أن يجد فيه ثلاث خلفات عظام سمان؟ قلنا نعم قال فثلاث آيات يقرأ بهن أحدكم في صلاته خير له من ثلاث خلفات عظام سمان
Bersumber dari Abu Huroiroh dia berkata: Rosulullah saw bersabda: apakah salah seorang dari kamu tidak suka jika ketika pulang kepada keluarganya dia akan mendapati tiga ekor unta yang gemuk dan sedang hamil? Kami menjawab tentu saja senang. Rosulullah saw bersabda: tiga ayat yang dibaca oleh salah seorang dari kamu dalam sembahyangnya adalah lebih baik baginya daripada ketiga ekor unta yang gemuk dan sedang hamil tersebut?
Penjelasan: hadist meniko kulo paringi judul “wajib hukumnya orang islam itu bisa membaca al-qur’an dalam sembahyang”. Tiang islam meniko dipun paringi kitab suci deneng gusti Allah ingkang arupi al-qur’an. Banjur al-qur’an kolowau dipun perintahaken supados dipun dadosaken sebagai pedoman hidup kangge kehidupan manusia wonten ing donyo meniko. Pramilo sakeng meniko tiang islam kedak saged maos al-qur’an baik itu diluar sholat lebih-lebih didalam sholat. Al-qur’an yang dibaca diluar sholat akan diganjar 10 pahala dalam setiap hurufnya. Kalau sampean membaca alif-lam-mim akan diganjar 30 pahala karena disitu terdapat 3 huruf yaitu huruf alif-huruf lam- dan huruf mim. Ini sebagai pijakan bagi kita bahwa membaca al-qur’an senajan ora iso artine tetep dipun ganjar perhuruf 10 ganjaran apalagi membaca al-qur’an ngerti sak-artine terus diamalno isine malah jauh lebih sempurna pahala yang diterimanya. Diluar sembahyang kita tidak sampai wajib harus membaca al-qur’an tapi didalam sembahyang kita wajib hukumnya bisa membaca al-qur’an. Didalam sembahyang dalam rokaat pertama kita wajib membaca surat al-fatekha setelah  membaca surat al-fatekhah lalu dilanjutkan membaca ayat al-qur’an apa saja yang dianggap mudah atau membaca ayat al-qur’an yang sudah hafal. Gak pandang wong bodoh gak pandang wong pinter pokok’e kapan urusan sembahyang sopowae wonge nek endi wae panggonane wajib lan kudu iso moco al-qur’an gak iso igak sebab prilaku sing koyok  ngono iku kanggo sarat sampean ngadep marang pengerane yoiku ngadep marang gusti Allah. Menurut hadist meniko dipun gambarno deneng kajeng Nabi saw enggemeniko sing sopo wonge sembahyang banjur nok jerune sembahyang konomau dipun wacakno 3 ayat songko al-qur’an mongko tiang kolowau bakal oleh ganjaran yang lebih berharga katimbang unto 3 sing lemu tur meteng pisan. Ini artinya bahwa wong sing sugeh donyo brono tapi gak iso moco al-qur’an percuma dengan harta bendanya itu. Jadi kesimpulanya al-qur’an bisa dibaca dalam dua situasi yaitu situasi diluar sholat dan situasi didalam sholat. Al-qur’an yg dibaca dalam situasi diluar sholat tidak sampai wajib hukumnya tapi al-qur’an yg dibaca dalam situasi didalam sholat wajib hukumnya bagi setiap individu orang islam yang mengerjakan sembahyang. Sekian trimakasih wassalam.

Sabtu, 12 Juli 2014

Ngantuk disaat melakukan sembahyang
materi kuliah subuh ke 123 oleh Bapak Muntaha,S.Ag,S.Pd

عن عائشة أن النبي صلعم قال: إدا نعس أحدكم فى الصلاة فليرقد حتى يدهب عنه النوم فإن أحدكم إدا صلى وهو نعس لعله يدهب يستغفر فيسب نفسه
Bersumber dari Aisyah sesungguhnya Nabi saw bersabda: jika salah seorang dari kamu mengantuk dalam sembahyang maka hendaklah dia tidur dahulu sampai hilang rasa ngantuk itu sebab apabila salah seorang dari kamu sembahyang dengan mengantuk maka bisa saja dia bermaksud berdoa akan tetapi yang terjadi dia malah mencaci maki dirinya sendiri.
Penjelasan: Hadist meniko kulo paringi judul “ngantuk disaat melakukan sembahyang”. Opo ono kiro-kiro wong sembahyang banjur ngantuk. Sebab hadist meniko mbakhas masalah ngantuk dalam sembahyang berarti yo ono wong sembahyang tapi ngantuk. Rupine hal meniko perlu dipun kaji dalam ilmu fiqih supados sampean sedoyo meniko saged ngerti lan saged memahami status sholat yang dilakukan dalam situasi ngantuk apakah sholatnya itu masih perlu diteruskan ataukah sebaliknya sholatnya itu harus diberhentikan. Sekarang kita harus kembali kepada eksistensi sholat bahwa dalam sholat itu ada gerakan-gerakan sholat yaitu gerakan takbir, gerakan rukuk, gerakan bangun dari rukuk, gerakan sujud, gerakan bangun dari sujud, gerakan duduk takhiyat awal, gerakan duduk takhiyat akhir dan gerakan salam. Semua gerakan-gerakan sholat yang saya sebutkan diatas pada waktu sholat itu harus kita lakukan dengan alam sadar. Kemudian setiap gerakan sholat itu harus diberengi atau harus disertai dengan bacaan doa-doa sholat. Pada waktu kita membaca doa-doa sholat itupun harus dilakukan dengan situasi alam sadar pula. Situasi alam sadar artinya situasi yang tidak ngantuk ketika kita sedang sholat dan kalau kita itu ngantuk ketika sholat berarti ada jalur yang putus yaitu jalur komunikasi antara kita dengan Allah swt sudah tidak bisa nyambung gara-gara ngantuk. Maka apabila sampean mengalami situasi dan kondisi yang seperti ini yakni ngantuk dalam sembahyang maka kata Nabi saw lebih baik sampean menghentikan sembahyangnya lalu tidurlah dahulu dan seusai bangun dari tidur silahkan sembahyangnya dilanjutkan kembali. Dari sini saya dapat memaknai oh nek ngono berarti sembahyang itu harus dilakukan dengan alam sadar, sembahyang itu harus dilakukan dengan penuh kosentrasi, dan sembahyang itu harus dilakukan dengan penuh kemantapan hati. Dengan kata lain sembahyang tidak boleh ngantuk kalau ngantuk sembahyangnya tidak boleh diteruskan sebab ngantuk itu bisa merusak isi sembahyang. Kiranya seperti itu yang dimaksud hadist yang saya baca semoga bisa kita fahami bersama untuk ditrapkan dalam ibadah kita sehari-hari. Kami akhiri cukup sekian wassalam.
Boleh hukumnya sembahyang dalam posisi duduk karena ada suatu sebab
materi kuliah subuh ke 122 oleh Bapak Muntaha,S.Ag,S.Pd

عن عائشة قالت: لمّا بدّن رسول الله صلعم وثقل كان أكثر صلاته جالسا وأخبرنى جابربن سمرة أنّ النبيّ صلعم لم يمت حتّى صلّى قائدا
Bersumber dari Aisyah ia berkata: ketika memasuki usia tua dan sudah merasa berat Rosulullah saw jadi sering melakukan sembahyang dalam posisi duduk. Jabir bin Samuroh bercerita kepadaku sesungguhnya Nabi saw sebelum wafat beliau masih sempat melakukan sembahyang dalam posisi duduk.
Penjelasan: hadist meniko kulo paringi tema utowo kulo paring judul enggemeniko boleh hukumnya sembahyang dalam posisi duduk karena ada suatu sebab. Sesuai kalian tema kolowau berarti fokus kuliah subuh enjeng meniko khusus bade bakhas bab masalah sembahyang yang dilakukan dengan cara duduk. Dalam situasi yang normal tanpa ada sebab apa-apa sembahyang itu seyogyanya dilakukan sengan cara berdiri. Apabila kita sembahyang dengan posisi berdiri berarti kondisi tempat yang digunakan sembahyang itu normal. Apabila kita sembahyang dengan posisi berdiri berarti kondisi kesehatan kita itu normal. Apabila kita sembahyang dengan posisi berdiri berarti kondisi umur atau kondisi usia kita itu juga normal. Dalam posisi2 yang saya sebutkan diatas apabila situasinya tidak normal maka secara hukum fiqih kita boleh mengerjakan sembahyang dengan cara duduk atau kita boleh melakukan sembahyang dalam posisi dukuk. Contoh yang berkaitan dengan tempat. Kita sembahyang tempatnya diatas pesawat terbang, kita sembahyang tempatnya diatas kendaraan, kita sembahyang tempatnya diatas perahu dalam situasi yang seperti ini kita boleh sembahyang dengan cara duduk. Contoh yang berkaitan dengan kesehatan. Pada waktu badan kita sakit baik itu sakit dirumah maupun sakit dirumah sakit maka dalam situasi yang seperti ini kita boleh mengerjakan sembahyang dengan cara duduk. Contoh yang berkaitan dengan usia. Pada waktu usia kita sudah tua, pada waktu usia kita sudah lanjut sehingga karena faktor usia tersebut kita merasa berat sembahyang dengan berdiri maka jelas menurut hadist ini kita boleh sholat dengan cara duduk. Yang terpenting untuk kita fahami ialah apabila sholat dilakukan dengan cara duduk maka rukuk dan sujudnya harus dilakukan dengan cara duduk pula. Sebaliknya apabila sholat dilakukan dengan cara berdiri maka rukuk dan sujudnya harus dilakukan dengan cara berdiri pula. Jadi ketika Rosulullah sholat diatas kuda beliau lakukan dengan cara duduk. Ketika Rosulullah sholat sudah berusia lanjut beliau lakukan dengan cara duduk. Ketika Rosulullah sholat dalam keadaan sakit beliau lakukan dengan cara duduk. Kesimpulanya dalam situasi yang normal tanpa ada sebab sholat sebaiknya dilakukan dengan cara berdiri. Tapi dalam situasi yang tidak normal karena ada suatu sebab maka sholat boleh dilakukan dengan cara duduk. Inilah suatu pengetahuan yang bisa kita pedomani sebagai ilmu fiqih untuk ditrapkan dalam kegiatan ibadah kita sehari2. Sekian dan trimakasih atas segala perhatian semoga bermanfaat amin yarobal alamin. Kami akkhiri wassalam


Makruh hukumnya melakukan sholat sunat ketika muadzin sudah membaca iqomat
materi kuliah subuh ke 121 oleh Bapak Muntaha,S.Ag,S.Pd

عن أبي هريرة عن النبيّ صلعم قال: إذا أقيمت الصلاة فلا صلاة إلاّ المكتوبة وعن إبن بحينة قال أقيمت صلاة الصبح فرأى رسول الله صلعم رجلا يصلّى والمؤذّن يقيم فقال أتصلّى الصبح أربعا
Bersumber dari Abu Huroiroh dari Nabi saw beliau bersabda: apabila sembahyang sudah diiqomati maka tidak ada alasan sama sekali kecuali melakukan sembahyang fardhu. Dan bersumber dari Ibnu Buhainah dia berkata: sembahyang subuh sudah diiqomati namun Rosulullah saw melihat seorang lelaki masih melakukan sembahyang sunat Rosulullah lalu bertanya apakah kamu akan melakukan sembahyang subuh empat rokaat?
Penjelasan: sembahyang sunnat dimasjid yang dilakukan pada saat muadzin sudah membaca iqomat itu hukumnya makruh. Oleh sebab itu sampean harus mengerti bahwa fungsi iqomat itu ada dua menurut dunia fiqih. Fungsi iqomat yang pertama adalah sebagai tanda bahwa kegiatan sholat berjamah itu sudah siap dimulai. Kalau belum ada iqomat maka berarti kegiatan sholat berjamaah itu belum siap dimulai. Selanjutnya fungsi iqomat yang kedua adalah sebagai batas hukum yaitu hukum sunat dan hukum makruh. Maksudnya sebagai batas hukum enggemeniko lamun sampean sholat sunat sampean kerjakno sakdurunge iqomat mongko prilaku ingkang kados mekaten meniko khukume sunat. Kosok walik’e lamun sampean sholat sunat sampean kerjakno sakmarine iqomat mongko prilaku ingkang kados mekaten meniko khukume makruh. Dadi podo2 sembahyange tapi bedo khukume. Sembahyang sunat sakdurunge iqomat khukume sunat tapi sembahyang sunat sakmarine iqomat khukume makruh. Mulo lamun muadzin sudah membaca iqomat sampean sudah tidak perlu lagi melakukan sholat sunat sebab sholat sunat yang dilakukan setelah iqomat tidak malah bertambah baik tapi malah bertambah buruk nilainya. Sakmarine adzan subuh wong2 podo sholat sunat qobliyah subuh barang sampun iqomat banjur nabi ngadek perlu ngimami sholat subuh. Tibak’e ono sahabat sing kari gak langsung melu sholat jamaah tapi sholat sunat disek mari sholat sunat terus lagek gabung sholat jamaah. Munggoe dewekne dipikir prilaku sing ngono iku prilaku sing bener ternyata justru itu prilaku yang salah soale langsung dipun tegur deneng Nabi saw. Sampean nek kapan ngono carane iku podo karo sholat subuh 4 rokaat. Dadi mene maneh kapan sampean wes krungu qomat wes ojo mentingno sholat sunate tapi pentingno sholat wajipe. Kasus2 seperti ini menunjukan bele zaman Nabi iku gak kabeh uwong ngerti agomo. Tapi justru dengan kejadian seperti ini dapat memberi pelajaran kepada kita semua bahwa tatacara ibadah itu harus sesuai dengan yang dicontohkan Nabi. Kalau memang Nabi melarang sholat sunat setelah iqomat ya berarti itulah ilmu yang kita pedomani. Adapun nanti kalau ada orang sholat sunat setelah iqomat ya berarti itulah ibadah yang dilakukan tanpa dasar ilmu. Itulah kiranya maksud hadis yang saya baca trimakasih atas perhatianya sekian wassalam.