I made this widget at MyFlashFetish.com.

Jumat, 13 Juli 2012

Status jum’atan yang terlambat


عن جابر رضي الله عنه قال: دخل رجل يوم الجمعة ورسول الله صم يخطب فقال صلّيت؟ قال لا قال فصلّ ركعتين (رواه الجماعة)
Dari Jabir ra berkata: seorang laki-laki pada hari jum’at masuk masjid dan Nabi sedang khutbah,Nabi bertanya engkau sudah sholat? Laki-laki itu menjawab: belum, Nabi bersabda: sholatlah dua rokaat.(HR. Al-Jamaah)
Penjelasan:
Hadist meniko saya gambarkan sebagai berikut: nek kapan dino jum’at,  zaman Nabi Muhammad saw sing dadi khotib yo Nabi Muhammad. Ateges Nabi Muhammad saw  meniko ingkang maringi  khutbah banjur poro shahabat meniko ingkang mirengaken khutbah. Lhah Sak durunge Nabi Muhammad ngadek kaperlu miwiti khutbah sedoyo poro shahabat sedoyo kaum muslimin muslimat meniko sampun  siap berada didalam masjid engge meniko siap mendengarkan khutbah yang akan disampaikan oleh Rosulullah saw. Ketika waktu khutbah sudah masuk Rosulullah saw langsung berdiri diatas mimbar untuk memulai khutbahnya dan para sahabat mulai berkonsentrasi mendangarkan dengan seksama isi materi khutbah yang disampaikan oleh Rosulullah saw. Karena khotib dan mustamiin sudah siap memulai jum’atan maka suasana khutbah juma’t pada zaman Nabi benar-benar berlangsung dengan khidmat tanpa ada yang tertinggal atau datang terlambat.
Tau-tau pada suatu hari ada orang datang jum’atan tapi terlambat. Biasanya Nabi kalau sudah berdiri khutbah sudah tidak ada orang yang terlambat tapi kali ini ada orang yang terlambat. Orang ini dikatakan terlambat karena nabi sudah mulai khutbah ternyata dia baru datang dan masuk kedalam masjid. Orang ini dipandang aneh karena zaman Nabi tidak terbiasa jum’atan terlambat. Tau-tau ada orang datang terlambat. Karena dia datang terlambat lalu dia tidak melakukan sholat takhiyatul masjid. Lalu orang ini ditanyai Rosulullah swa: Hai Rojul apakah kamu sudah sholat takhiyatul masjid. Dia menjawab: belum ya Rosul. Kalau belum berdirilah kamu dan sholatlah dua rokaat serta janganlah kamu ulangi lagi perbuatanmu itu.
Hal penting disini ingkang saged kito  ambil sebagai pelajaran engge meniko: nek kapan ono wong nekani jum’atan banjur khotib sampun khutbah mongko wong mau status juma’atane engge meniko status kari. Status jumatanya adalah status terlambat. Jaman Rosulullah wong sing kari jum’atan alias terlambat Rosulullah menyikapinya setengah muring-muring, dengan bersabda: lhe mene mane ojo  kari. Lhe Mene mane ojo baleni, lhe mene mane pok nekani jum’atan sak durunge khotib mungga mimbar. Pesan moral dari sikap Rosulullh ini engge meniko pok nekani jum’atan sak durunge khotib mungga mimbar. Berarti jumatan pada zaman Nabi ketika khotib sudah naik mimbar para mustamiin sudah siap mendengarkan didalam masjid dan tidak ada yang datang terlambat. Adapun ada orang yang datang terlambat yang diceritakan dalam hadis ini adalah supaya dibuat pelajaran bagi kita semua agar hendaknya jum’atan k ita itu jangan sampai terlambat seperti yang telah dicertiakan dalam hadist tersebut diatas.
Jika terpaksa jum,atan kita itu terlambat maka resikonya, adalah kita tidak akan mendapat bagian pahala jum’atan yang sudah diatur menjadi 5 bagian. Bagi Yang datang urutan nomor pertama maka dia akan mendapat pahala seharga binatang unta. Bagi yang datang urutan nomor kedua maka dia akan mendapat pahala seharga binatang sapi. Bagi yang datang urutan nomor ketiga maka dia akan mendapat pahala seharga binatang kambing. Bagi yang datang urutan nomor ke empat maka dia akan  mendapat pahala seharga binatang ayam. Dan bagi yang datang urutan nomor kelima maka dia akan mendapat pahala seharga telur ayam. Dan apabila khotib sudah mulai berkhutbah maka malaikat menutup bukunya untuk ikut serta mendengarkan khutbah. Dari kacamata fiqih berarti rugi besar bagi orang islam yang mendatangi jum’atan dengan status terlambat karena dia  tidak akan mendapatkan jatah pahala dari 5 bagian pahala yang disediakan. Semoga kuliah subuh saya ini dapat mengingatkan kembali diri kita untuk tidak datang jumatan dengan status terlambat tapi mendatangi jumatan sebelum khutbah dimulai. Sekian trim.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar