I made this widget at MyFlashFetish.com.

Kamis, 24 September 2020

 

Nabi Muhammad saw pernah menjadi makmum masbuk

عن المغيرة بن شعبة قال: تخاّفت مع رسول الله صلعم في غزوة تبوك فتبرّز وذكر وضوءه ثمّ عمد الناس وعبد الرّحمن يصلّي بهم فصلّى مع النّاس الرّكعة الآخيرة فلمّا سلّم عبد الرّحمن قام رسول الله صلعم يتمّ صلاته فلمّا قضاها أقبل عليهم فقال قد أحسنتم وأصبتم يغبطهم أن صلّوا الصّلاة لوقتها (متفق عليه)

Penjelasan: disaat situasi berbahaya yaitu situasi antara hidup dan mati dalam perang Tabuk ternyata tidak menyebabkan terhentinya kegiatan sholat berjamaah. Tegese senajan dalam keadaan perang sholat berjamaah tetap ditegakkan apalagi dalam keadaan situasi yang aman. Oleh karena itu selagi kita posisinya berada dirumah berarti sholat kita diharuskan berjamaah wong posisi perang saja sholatnya berjamaah apalagi posisi dirumah yang keadaanya aman. Ini menunjukkan betapa pentingnya nilai sholat berjamaah itu untuk ditegakkan meskipun dalam situasi perang.  Sholat dalam situasi perang seperti itu Nabi Muhammad saw pernah menjadi makmum masbuk karena beliau ada udhur buang air besar. Maka sahabat Abdur rohman diangkat menjadi imam sholat untuk menggantikan Rosulullah saw.  Ketika Rosulullah saw sudah selesai buang air besar lalu beliau bergabung ikut sholat berjamaah yang dipimpin oleh sahabat Abdur rohman tapi hanya menangi pada rokaat yang terakhir saja. Oleh karena itu ketika Abdur rohman salam lalu Rosulullah saw berdiri untuk menyempurnakan rokaat sholat yang tertinggal. Setelah itu Nabi bersabda: sungguh kalian telah berbuat baik dan berlaku benar karena telah menunaikan sholat tepat pada waktunya. Hadis ini memberikan pengertian kepada kita semua oh nek ngono berarti status sholat Nabi pada waktu itu tidak berstatus sebagai imam tapi berstatus sebagai makmum masbuk yakni orang yang tertinggal dalam kegiatan sholat berjamaah. Yang menyebabkan Nabi saw menjadi makmum masbuk adalah karena pada waktu sholat akan dimulai beliau ada udhur buang hajat air besar alias berak ke kamar kecil. Mungkin ini scenario yang sengaja diciptakan oleh Allah swt untuk memberi pelajaran kepada umatnya perihal orang yang tertinggal dalam sholat bisa langsung mencontoh dan meniru sebagaimana yang diperagakan oleh baginda Nabi yaitu berdiri setelah imam salam untuk menyempurnakan sholatnya.

 

Kesimpulanya:

1.    Orang yang tertinggal dalam sholat itu manusiawi buktinya Nabi pun pernah mengalaminya. Oleh karena itu kalau sampean menjadi makmum masbuk maka sampean harus mengerti aturanya makmum masbuk.

2.    Nabi itu yo ngimami orang yo diimami orang. Oleh karena itu jangan sampai kita sholat berjamaah pada waktu ngimami saja. Meskipun tidak waktunya ngimami tetap harus sholat berjamaah.

3.    Selama hidupnya Nabi pernah menjadi makmum masbuk 2 kali. Yang pertama diimami Abu Bakar karena pada waktu itu Nabi ada udhur datang dari bepergian sehingga sholatnya tertinggal. Dan yang kedua diimami Abdur rohman kerena pada saat itu Nabi ada udhur gudu ngising sehingga sholatnya tertinggal.

4.    Dalam situasi gawat saja sholat jamaah masih dijalankan apalagi dalam situasi aman. Dalam hadis tersebut dinyatakan bahwa Nabi itu senang kalau sholat jamaah itu dilaksanak tepat waktu. Oh nek ngono berarti lamun dewek iki wong iman sing sejati terus iso mraktekno hadis iki berarti kapan krungu adzan dhuhur asar maghrib isyak subuh langsung ditekani sehingga sholatnya tepat waktu.

 

 

 

Bab makmum masbuk

عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلعم إذا جئتم إلى الصلاة ونحن سجود فاسجدوا ولا تعتدّوها شيأ ومن أدرك الرّكعة فقد أدرك الصّلاة ( رواه أبو داود ) وعن أبي هريرة أنّ النّبيّ صلعم قال من أدرك ركعة من الصّلاة مع الإمام فقد أدرك الصّلاة (رواه بخاري ومسلم)

Hadis bersumber dari Abu Huroiroh ia berkata: bersabda Rosulullah saw. Apabila kamu hendak mendatangi sholat berjamaah sedang posisi kami dalam keadaan sujud maka hendaklah kamu ikut sujud. Tapi janganlah kamu hitung satu rokaat. dan barang siapa yang menjumpai rukuknya imam berarti ia telah sempurna sholatnya.(HR. Abu dawud). Dan dari Abu Huroiroh bahwa Nabi saw bersabda: barang siapa yang menjumpai rukuknya imam dalam rokaat pertama maka berarti ia telah sempurna sholatnya. (HR.Bukhori Muslim)

Penjelasan: ingkang dipun maksud makmum masbuk engge meniko makmum sholat ingkang ketinggalan imam ing nalikane sholat. Makmum masbuk ingkang ketinggalan imam kolowau berfariasi. Tegese kadang-kandang ono sing ketinggalan gak menangi bacaan fatehae imam. Kadang-kadang ono sing ketinggalan gak menangi bacaan surat-suratane imam. Kadang-kadang ono sing ketinggalan gak menangi rukuk’e imam. Lan kadang-kadang ono sing ketinggalan gak menangi sujudte imam dalam kegiatan sholat berjamaah. Dalam posisi tertentu makmum masbuk itu tidak perlu nambai rokaat sholat tapi dalam posisi tertentu makmum masbuk itu harus nambai jumlah rokaat sholat setelah imam salam. Lah berarti makmum masbuk sing gak perlu nambai jumlah rokaat sholat iku makmum masbuk sing kepiye terus makmum masbuk sing kudu nambai jumlah rokaat sholat iku makmum masbuk sing kepiye. Ini yang terpenting untuk kita fahami dan kita mengerti sehingga ketika kita menjadi makmum masbuk punya keputusan oh saya tidak perlu nambai rokaat sholat setelah imam salam oh saya harus nambai rokaat sholat setelah imam salam. Dari kedua hadis tersebut diatas memberi petunjuk kepada kita bahwa makmum masbuk yang menangi rukuknya imam berarti sholatnya dianggap sempurna. Oleh karena itu setelah imam salam dia tidak perlu nambai sholatnya lagi. Tapi jika makmum masbuk itu hanya menangi sujudnya imam berarti sholatnya dianggap tidak sempurna. Oleh karena itu setelah imam salam dia harus nambai kekurangan sholatnya. Nah,Terkait dengan makmum masbuk meniko saya punya pengalaman. Saya pernah ditegur orang. Mas sholat sampean tidak syah alias batal. Saya jawab lho sampean kok bilang sholat saya tidak syah atas dasar apa. Mungkin sampean menggunakan dalil “laa sholaata illa bil faatihati” tidak syah sholat tanpa bacaan surat al-fatihah. Kalau posisi sholat itu sholat sendirian memang benar wajib membaca surat al-fatihah. Tapi kalau posisi sholat berjamaah bacaan surat al-fatehah itu sudah ditanggung oleh imam. Oleh karena itu Nabi memberi petunjuk kepada kita jika kamu menjumpai rukuknya imam berarti sholatmu itu sempurna tapi jika kamu hanya menjumpai sujudnya imam berarti sholatmu tidak sempurna alias kurang oleh karena itu sempurnakanlah rokaat yang kurang itu setelah imam salam. Kiranya seperti itu yang dimaksud hadis yang saya baca semoga bisa kita fahami untuk dipraktekkan dalam ibadah kita sehari-hari.

Rabu, 23 September 2020

 

Bab status sholat munfarid bisa dirubah menjadi status sholat berjamaah

عن أنس قال كان رسول الله صلعم يصلى في رمضان فجئت فقمت خلفه وقام رجل فقام الى جنبى ثم جاء آخرحتى كنّا رحطا فلماّ أحسّ رسول الله صلعم أنّنا خلفه تجوّزفي صلاته ثمّ قام فدخل منزله فصلى صلاة لم يصلها عندنا فلماّ أصبحنا قلنا يارسول الله أفتنت بنا اليلة قال نعم فذالك الذى حملنى على ماصنعت (رواه أحمد ومسلم)

Hadist bersumber dari Anas ia berkata: Rosulullah saw pernah sholat sendirian dimalam bulan romadhon lalu saya datang untuk mengikuti sholat dibelakang beliau. Lalu datang lagi orang lain ikut sholat dan mengambil posisi disampingku kemudian datang lagi yang lain sehingga kami menjadi satu barisan sholat. Ketika Rosulullah saw merasa bahwa kami ikut sholat dibelakang beliau lalu beliau meringkas atau mempercepat sholatnya. Kemudian Rosulullah saw masuk rumahnya untuk melanjutkan sholat sendirian. Ketika waktu sudah pagi kami bertanya kepada beliau. Ya Rosulullah apakah tadi malam sampean tidak mengerti kalau kami ikut sholat dibelakang panjenengan. Rosulullah menjawab ya saya mengerti, maka itulah sebabnya sholatku aku percepat. (HR. Ahmad dan Muslim)

Penjelasan: pelajaran ingkang saged kito ambil sakeng hadis kolowau engge meniko ing nalikane ulan romadhon teko pada malam harinya Rosulullah saw mendirikan sholat yang disebut dengan sholat qiyamu romadhon atau orang islam Indonesia menyebutnya dengan istilah sholat traweh. Pada waktu itu Rosulullah swa melakukan  sholat qiyamu romadhon tidak dilakukan secara berjamaah tapi dilakukan secara individu ateges Rosulullah saw sholat ijen tanpa diikuti oleh makmum. Sebab Rosulullah saw sholat sendiri tanpa diikuti oleh makmum maka status sholat Rosulullah pada waktu itu adalah status sholat munfarid alias sholat ijenan. Berarti Rosulullah saw status sholatnya tidak sebagi imam tetapi status sholatnya sebagai munfarid yakni sholat yang dikerjakan secara pribadi. Setelah sahabat Anas mengetahui bahwa Rosulullah saw sholat qiyamu romadhon sendirian maka dirinya bergabung ikut sholat dibelakang beliau. Bergabungnya sahabat Anas ikut sholat dibelakang Rosul itu berarti sabahat Anas menjadikan Rosulullah saw sebagai imam dan menjadikan dirinya sebagai makmum. Tidak lama kemudian banyak sahabat-sahabat yang lain ikut bergabung sholat berjamaah qiyamu romadhon dibelakang Rosul sehingga menjadi satu shof atau satu barisan sholat. Dengan demikian berarti statusnya sudah berubah dari status sholat munfarid berubah menjadi status sholat berjamaah. Setelah Rosulullah mengerti bahwa dibelakangnya banyak para sahabat yang ikut sholat dengan dirinya maka Rosulullah meringkas sholatnya atau mempercepat sholatnya. Tegese sholat sing asale dowo dirubah dadi sholat sing endek. Sholat sing asale suwe dirubah dadi sholat sing cepet. Maksute kapan Rosulullah sholat ijen iku mesti dowo tur suwe tapi kapan Rosulullah ngimami iku mesti diendekno utowo dicepetno. Kadang-kadang ndewek kuwalik. Kapan sholat ijen cepet tapi kapan ngimami didawak-dawakno. Milo nek kapan aku ngimami sholat traweh gak perlu tak dawak-dawakno sebab hadis ini yang saya jadikan dasar hukum. Jadi prilaku Rosul kapan sholat ijen iku dowo tur suwe tapi kapan ngimami wong liyo diringkas ateges diperpendek atau dipercepat. Pramilo sakeng meniko kapan sampean sholat ijen dawak-dawakno sak kuwate sampean tapi kapan sampean dadi imam ojo dowo-dowo sing sedengan mawon. Ketika waktu sudah pagi sahabat Anas bertanya kepada Rosul. Wahai Rosul tadi malam kami ikut sholat berjamaah dibelakang panjenengan apakah panjenengan mengerti. Jawab Rosul yo sak ngerti-ngertine. Anane sholatku mau bengi tak percepat soale aku ngerti nek dibelakangku ada banyak makmum. Itulah sebabnya sholatku tidak aku perpanjang sebagaimana aku sholat sendirian. Dari peristiwa ini memberikan pengertian kepada kita semua bahwa status sholat munfarid bisa dirubah menjadi status sholat berjamaah.

Senin, 21 September 2020

 

Bab aturan sholat berjamaah dengan hanya seorang makmum

عن ابن عباس قال بكت عند خا لتي ميمونة فقام النبيّ صلعم يصلّى من اليل فقمت أصلى معه فقمت ان يساره فأخذ برأسي فاقامني ان يمينه (رواه الجماعة)

Bersumber dari Ibnu Abbas ia berkata: saya pernah bermalam dirumah bibikku Maimunah lalu Nabi bangun tengah malam untuk melakukan sholat tahajut kemudian aku ikut serta sholat tahajut berjamaah bersama dengan Nabi saw. Saya berdiri disebelah kiri beliau tetapi Nabi memindahkan kami disebelah kanan beliau. (HR.Jamaah)

Penjelasan: setelah hadis ini saya pelajari saya mendapatkan ilmu baru yang sebelumnya belum pernah saya ketahui yaitu ilmu perihal posisi sholat berjamaah yang hanya terdiri dari seorang makmum saja. Hadis tersebut menjelaskan kepada kita bahwa praktek sholat berjamaah yang terdiri dari seorang makmum itu pertama kali dilakukan oleh baginda Nabi saw bersama dengan Ibnu Abbas. Nabi saw pada saat itu bertindak sebagai imam sedang Ibnu Abbas pada saat itu bertindak sebagai makmum. Sehingga yang terjadi adalah sholat berjammah pada waktu itu terdiri dari seorang imam dan seorang makmum. Praktek sholat seperti itu bisa kita simak pengalamnya Ibnu Abbas yang praktek secara langsung dengan Nabi saw. Pada suatu hari Ibnu Abbas sambang kerumah bibiknya Maimunah. Maimunah adalah istri Nabi saw yang terakhir yaitu istri yang no 9. Ibnu Abbas bermalam dirumah bibiknya Maimunah untuk melaukan surve atau penelitian terhadap baginda Nabi saw kira-kira apa yang akan dilakukan Nabi saw ditengah malam hari. Ibnu Abbas ingin melihat secara langsung. Ternyata Rosulullah saw pada waktu tengah malam hari beliau bangun untuk melakukan sholat tahajut. Lalu Ibnu Abbas ikut serta sholat tahajut berjamaah bersama dengan Rosulullah saw. Mengetahui sholat berjamah yang hanya terdiri dari seorang makmum saja lalu Ibnu Abbas tidak mengambil posisi dibelakang Nabi tapi dirinya mengambil posisi disebelah kanan Nabi. Menurut Ibnu Abbas cara itu sudah benar karena belum ada petunjuk sebelumnya dalam masalah ini. Tapi ternyata cara Ibnu Abbas itu salah buktinya dirinya dipindah Nabi saw. Yaitu Ibnu Abbas asalnya berposisi disebelah kanan Nabi lalu sekarang dipindah ke sebelah kiri Nabi dan itu sejajar dengan Nabi tidak maju sedikit tidak mundur sedikit tapi sejajar pas dengan berdirinya Nabi. Kok sak umpomo dipragakno ngono berarti imame sebelah kidul terus makmume sebelah lor dengan formasi sejajar. Nah dari sini maka dapat ditarik kesimpulan oh lah nek ngono berarti dibedakan antara ngimami orang banyak dengan ngimami  orang 1. Bedane kepiye. Kapan sing diimami iku wong akeh berarti makmum kolowau aturane kedah damel shof  utowo kedah damel barisan sholat. Banjur posisi makmum harus berada dibelakangnya imam. Yang menjadi imam posisinya didepan sedang yang menjadi makmum posisinya dibelakang imam. Seperti itulah aturan sholat kalau yang diimami itu orang banyak. Tapi kalau yang diimami itu hanya seorang saja aturanya beda yaitu makmum tidak harus membuat shof dan posisi makmum tidak harus dibelakang imam tapi harus mengambil posisi disebelah kanan imam dan berdiri sejajar dengan imam itu sendiri. Seperti itulah aturan sholat berjamaah jika yang diimami hanya seorang saja. Terus kapan sing diimami iku hanya seorang tapi wong wedok maka beda aturan lagi yaitu tidak berdiri sejajar dengan imam akan tetapi tetap berdiri dibelangnya imam. Jadi kalau makmumnya banyak harus dibuatkan shof dan makmum berposisi dibelakang imam tapi kalau makmumnya seorang harus berdiri sejajar dengan imam dan berposisi disebelah kanan imam. Kiranya seperti itu yang dimaksud hadis yang saya baca semoga bisa kita fahami untuk dipraktekkan dalam ibadah kita sehari-hari .

 

 

Jumat, 18 September 2020

 

Makmum sholat itu harus mengikuti komando imam sholat

عن أبي هريرة أنّ رسول الله صلعم قال إنّما جعل الإمام ليؤتمّ به فلا تختلفوا عليه فإذا كبّر فكبّروا وإذا ركع فاركعوا وإذا قال سمع الله لمن حمده فقولوا اللهم ربّنا ولك الحمد وإذا سجد فاسجدوا وإذا صلّى قائدا فصلّوا قئودا اجمعوان (متّفق عليه)

Bersumber dari Abu Huroiroh sesungguhnya Rosulullah saw bersabda: bahwasanya imam itu dijadikan untuk diikuti makmum, oleh karena itu janganlah kamu mendahuluinya. Maka ketika imam sudah bertakbir segeralah kamu ikut bertakbir dan apabila imam rukuk segeralah kamu ikut rukuk, dan apabila imam membaca sami Allahu liman hamidah maka jawablah robbana walakal hamdu. Dan apabila imam sujud segeralah kamu ikut sujud dan apabila imam sholat dengan cara duduk sholatlah kamu dengan cara duduk pula. (HR.Bukhori Muslim)

Penjelasan: Secara garis besar hadist kolowau memberi pelajaran dumateng kito sedoyo apa yang harus dilakukan oleh seorang imam sholat dan apa yang harus dilakukan oleh makmum sholat. Yang harus dilakukan oleh seorang imam sholat adalah memimpin kegiatan sholat dari awal hingga selesai dan yang harus dilakukan oleh makmum sholat adalah mengikuti komando imam sholat. Dengan demikian berarti seorang imam sholat itu mempunyai tugas penting dalam mengomando makmumnya antara lain:1. imam sholat mengomando permulaan sholat bahwa sholat sudah dimulai 2.mengomando rukuk 3.mengomando bangkit dari rukuk 4. Mengomando sujud 5. Mengomando bangkit dari sujud 6. Mengomando duduk takhiyat awal 7. Mengomando duduk takhiyat akhir 8. Mengomando penutup sholat. Semua komando tersebut disertai dengan ucapan takbir Allahu akbar kecuali komando bangkit dari rukuk dan komando penutup sholat. Komando bangkit dari rukuk imam mengucapkan sami Allahu liman hamidah dan komando penutup sholat imam mengucapkan salam assalamualaikum wr wb sebanyak dua kali kekanan dan kekiri. Semua komando imam tersebut harus diikuti oleh makmum sholat kecuali komando bangkit dari rukuk. Yaitu ketika imam mengucapkan sami Allahu liman hamidah maka makmum menjawab rabbana walakal hamdu. Disamping makmum itu harus mengikuti komando imam makmum juga harus mengikuti gerakan-gerakan imam. Jika imam sudah takbir makmum harus ikut takbir. Jika imam sudah rukuk makmum harus ikut rukut. Jika imam sudah bangkit dari rukuk makmum harus mengikutinya. Jika imam sujud sujud, bangkit dari sujud duduk takhiyat sampai dengan salam maka makmum harus selalu mengikuti ucapan dan gerakanya. Yang perlu diperhatikan disini bagi makmum sholat adalah jangan sampai makmum itu mendahului imamnya. Artinya lebih cepat dari imam itu tidak boleh begitu pula lebih lambat dari imam juga tidak boleh. Harus pas dan bersegera mengikuti segala komando imam sholat. Dalam posisi normal imam sholat pasti memimpin sholat dengan cara berdiri maka secara otomatis makmum harus ikut sholat dengan cara berdiri pula. Namun apabila ada udhur syar’i karena sebab tertentu sehingga imam sholat memimpin sholat dengan cara duduk maka secara otomatis makmum harus ikut sholat dengan cara duduk pula. Jadi kesimpulanya imam sholat itu memimpin segala aktifitas dalam sholat sedangkan makmum adalah orang yang dipimpin dalam kegiatan sholat. Nah kiranya seperti itu yang dimaksud hadist yang saya baca diatas semoga bisa kita fahami bersama untuk dipraktekan dalam ibadah kita sehari-hari. Sekian

 

 

Suasana sholat berjamaah itu harus tenang

عن أبي قتادة قال بين ما نحن نصلي مع النبيّ ص ع إذ سمع جلابة رجال فلماّ صلىّ قال ما شأنكم قالوا إستأجلنا إلى الصلاة قال فلا تفعلوا إذ أتيتم الصلاة فعليكم السكينة فما أدركتم فصلّوا وما فاتكم فأتمّوا (متفق عليه)

Bersumber dari Abu qotadah ia berkata: ketika kami sholat berjamaah bersama dengan Nabi saw tiba-tiba beliau mendengar suara hiruk pikuk dari jamaah yang terlambat datang, lalu setelah Nabi selesai sholat beliau bertanya  suara apa itu tadi. Mereka menjawab itu adalah suara kami sedang tergesah-gesah menuju sholat. Lalu Nabi bersabda: janganlah kamu berbuat demikian apabila kamu mendatangi sholat, hendaknya kamu harus bersikap yang tenang. Sholatlah kalian sesuai dengan yang kamu jumpai dan sempurnakanlah sholat kalian jika tertinggal. (HR.Bukhori muslim)

Penjelasan: pelajaran ingkang saged kito ambil sakeng hadis kolowau engge meniko kados mekaten. Sudah menjadi kebiasaan bele sholat 5 waktu yang dilakukan oleh para  sahabat itu selalu dilakukan dengan cara berjamaah dimasjid engge meniko Nabi saw ingkang dados iman lajeng poro sahabat ingkang dados makmum. Ditengah-tengah Nabi saw sedang ngimami sholat tiba-tiba Nabi mendengar suara hiruk pikuk pramilo sakeng meniko banjur Nabi takon sak marine sholat. Iku mau suarane opo. Banjur dijawab. Nabi niku wau suwarane duplak kulo jalaran kulo mlebu masjid niku wau ambek mlayu sakeng gesusune mergo kari sholat. Banjur Nabi bersabda:  mene mane sampean kapan wes kari sholat mlebu masjid tetep kalem mlebu masjid tetep tenang ojo sampek duplak sampean ojo sampek sikel sampean mlebu masjid dengan berlari sehingga menimbulkan suara blek-blek blek sebab suasana sholat berjamaah itu harus dilakukan dengan khusuk, dengan tenang, dan dengan penuh kosentrasi. Maka tidak boleh ada suara apapun yang mengganggu kekhusuk’an sholat. Dari teguran Nabi yang seperti ini maka dapat kita tarik kesimpulan oh lah nek ngono berarti waktu kita sholat berjamaah suasananya harus benar-benar tenang aman dan nyaman jangan sampai ada suara-suara lain yang bisa mengganggu orang yang sholat. La sekarang timbul pertanyaan. Biasanya kalau bulan puasa ketika orang islam sedang sholat tarawih di masjid tiba-tiba ada suara mercon dor-dor dor. Lantas itu bagaimana hukumnya secara islam. Hukumnya haram karena jelas-jelas bisa mengganggu orang yang sedang sholat dimasjid. Oleh karena itu pelakunya harus dihentikan dari perbuatanya dan orang islam jangan sampai membiarkanya. Tentu itu adalah tanggung jawab kita bersama sebagai orang islam dan samping itu pula keamanan desa harus bersikap tegas terhadap keamanan desa. Jadi orang yang sedang sholat itu harus dijaga keamananya harus dengan suasana yang tenang sebab orang yang sholat diganggu dengan suara duplak saja dilarang oleh Nabi apalagi diganggu dengan suara mercon dar dor dar dor. Bagi makmum yang sudah terlambat ketinggalan imam sholat tidak boleh tergesa-gesah tetap dengan sikap yang tenang dan langsung mengikuti gerakan imam yang dijumpai. Kemudian disempurnakan sholatnya setelah imamnya salam.

 

Kamis, 17 September 2020

MENYENTUH KULIT LAWAN JENIS

BAPAK MUNTAHA,S.Ag,S.Pd
 

MENYENTUH  KULIT  LAWAN  JENISNYA

وعن عائشة قالت: فقدت رسول الله صم ليلة من الفراش فالتسمته فوضعت يديّ على باطن قدميه وهو في المسجد وهما منصوبتان "رواه مسلم"

Dari Aisyah ia berkata: Pada suatu malam saya kehilangan Rosulullah saw dari tempat tidur, kemudian saya merabanya dan tanganku memegang dua telapak kaki Rosulullah yang sedang tegak karena beliau sedang sujud (HR. Muslim)

Penjelasan:Nabi Muhammad saw nek kapan turu karo bojone nok kamar iku koyok’e gak lampuan. Gak lampuan  ateges kamare dijarno peteng jalaran lampune dipateni. La kok wero nek kapan turune Nabi Muhammad iku gak lampuan. Iyo soale Aisyah tau kelangan Nabi banjur digrayangi, kata-kata digrayangi berarti peteng.lamon padang yo gak digrayangi. Wong asale turu wong loro kok ujuk-ujuk ilang. Wong asale aku diiringi Nabi barang nglilir tengah wengi la kok maleh aku turu ijen. Terus kiro-kiro pindah mrendi Nabi iki. Sebab suasana tanpa lampu engge meniko dalam suasana kamar yang gelap Aisya berusaha mencari suaminya, Aisyah berusaha menemukan suaminya tidak dilakukan dengan cara memanggil-manggil “Nabi-nabi sampean dimana” atau tidak dilakukan dengan cara menyalakan lampu tapi secara spontan Aisyah mencari Nabi itu dilakukan dengan cara tempat tidurnya digrayangi dengan menggunakan kedua tanganya.

Barang digrayangi gak lidok akhire kesanggul sikile Nabi. Mari ngono sikile Nabi mau dicekel karo Aisyah oh iki sikil sing tengen oh iki sikil sing kiwo tapi duplak’e Nabi kok ngadek. Gak ngonone lapo seh Nabi iki. Tibak’e anane duplak’e Nabi ngadek mergo waktu iku posisi Nabi sedang sujud melaksanakan sholat tahajut. Oh Yo bener wae aku kelangan sebab Nabi sedang sholat tahajut aliyas sholat wengi. Menawi hadist meniko dipun fahami sakeng sisi dunia fiqih ada faham seperti ini. Ing naliko sikile Nabi digrayangi Aisyah pada saat itu status Nabi punya wudhu  karena beliau sedang dalam sholat berarti secara otomatis beliau dalam kaeadaan suci ateges punya wudhu. Nabi Muhammad yo ngerti nek kapan wong sing grayangi iku mau bojone dewe yoiku Aisyah. Dengan peristiwa itu Nabi Muhammad tidak menghentikan sholatnya tapi beliau meneruskan sholatnya. Faham sebagian ulamak oh nek ngono berarti wong sing duwe wudhu banjur kesenggol lawan jenisse ora sampek nyebabno batal-le wudhu sebab lamun wudhune bathal tentu Nabi Muhammad wudhu disek terus gek nerusno sholate. Dilanjutkanya sholat nabi setelah disentuh oleh Aisyah itu menunjukkan bahwa menyentuh kulit lawan jenis itu tidak sampai menyebabkan batalnya wudhu. Nek kapan ono wong lanang mari wudhu terus njemok wong wedok utowo sebalik’e ono wong wedok mari wudhu terus kesenggol wong lanang ngene iki status wudhune ono sing ngarani bathal ono sing ngarani ora batal. Kanggone sing ngarani bathal yo otomatis kudu wudhu mane sak durunge sholat. Tapi kanggone wong sing ngarani ora batal berarti ura usah ngulangi wudhu mane tapi langsung sholat. Terus opo sebabe kok bedo pendapat. Sebab mengartikan firman Allah  “ au laamastumun nisak” itu berbeda. Yang pertama mengartkan bersetubuh dengan perempuan dan yang kedua mengartikan menyentuh perempuan. Kapan diartikan bersetubuh berarti njemok wong wedok ora batalno wudhu. Tapi kapan diartikan menyentuh berarti njemok wong wedok iku iso mbatalno wudhu. Menurut tarjih Muhammadiyah ikut faham yang mengatakan bahwa menyentuh lawan jenis itu tidak membatalkan wudhu buktinya nabi dipegang Aisya ketika sholat tidak wudhu kembali itu berarti wudhunya tidak batal. Dan faham inilah yang kami yakini kebenaranya untuk dipraktekkan dalam ibadah sehari-hari . sekian trim......

 

 

 

 

TAYAMUM

وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ أَوْ جَاءَ أَحَدٌ مِنْكُمْ مِنَ الْغَائِطِ أَوْ لَامَسْتُمُ النِّسَاءَ
فَلَمْ تَجِدُوا مَاءً فَتَيَمَّمُوا صَعِيدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوا بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُمْ مِنْهُ

Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air atau berhubungan badan dengan perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan permukaan bumi yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu”. (Qs. Al Maidah: 6).

Ayat kolowau menjelaskan tentang tayamum. Bele ingkang dipun maksud tayamum engge meniko mengambil tanah yang suci untuk mengusap muka dan tangan dengan niat menghilangkan hadats karena tidak mendapatkan air atau berhalangan menggunakan air untuk tujuan sholat. Media yang dapat digunakan untuk bertayammum adalah seluruh permukaan bumi yang bersih dan suci baik itu berupa pasir, bebatuan, tanah yang berair, tanah yang lembab ataupun ataupun tanah yang kering. Hal ini berdasarkan hadits Nabi saw  dari sahabat Hudzaifah Ibnul Yaman rodhiyallahu ‘anhu :

جُعِلَتِ الأَرْضُ كُلُّهَا لِى وَلأُمَّتِى مَسْجِداً وَطَهُوراً

Dijadikan permukaan bumi seluruhnya bagiku dan ummatku sebagai tempat untuk sujud dan sesuatu yang digunakan untuk bersuci”. (Muttafaq ‘alaihi)

Dados menawi sampean bade wudhu banjur mboten wonten toyo mongko sampean diperintahno supados melakukan tayamum sebagai gantinya berwudhu. Tegese sholat niku mboten angsal ditinggalno dengan alasan gak ono banyu. Senajan gak ono banyu kapan wes wayae sholat yo kudu tetep sholat cumak carane sing berbeda. Nek kapan ono banyu carane sholat disucikan dengan berwudhu. Tapi nek kapan gak ono banyu carane sholat disucikan dengan cara bertayamum. Dene carane bertayamum. 1. Niat 2.mengusap wajah 3. Mengusap kedua tangan 4 tertib tegese kudu urut.  Dene alat ingkang saged dipun damel sesuci dalam bertayamum engge meniko tanah yang suci debu yang suci pasir yang suci batu yang suci atau seluruh permukaan bumi yang bersih dan suci. Begitulah carane gusti Allah memberi keringanan dumateng hambanipun lek gak ono banyu gampang le gak perlu repot-repot sampean tayamum wae sebagai pengganti wudhu. Tapi lek kapan ono banyu yo wudhuwo kelawan gunakno banyu mau. Sebab syarat syahnya sholat itu dengan bersuci. Dan ternyata bersuci itu bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama yaitu dengan cara berwudhu dan kedua yaitu dengan cara bertayamum. Demikian penjelasan kuliah subuh saya tentang  tayamum semoga bisa kita fahami untuk dipraktekkan dalam ibadah kita sehari-hari.